Mengelola keuangan bagi pelaku usaha mikro adalah kunci agar bisnis tetap sehat dan modal tidak cepat habis. Pertama, pisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Dengan akun terpisah, pengeluaran bisnis lebih mudah dipantau dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi. Kedua, buat pencatatan keuangan rutin. Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap hari atau minggu untuk mengetahui arus kas dan mengidentifikasi area boros. Ketiga, buat anggaran realistis. Tetapkan batas pengeluaran untuk operasional, stok, dan kebutuhan darurat sehingga modal tetap terjaga. Keempat, prioritaskan pembayaran utang atau cicilan. Membayar utang tepat waktu mencegah bunga membengkak dan beban finansial meningkat. Kelima, simpan cadangan modal darurat. Sisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat agar bisnis tetap berjalan saat menghadapi masalah tak terduga. Keenam, gunakan teknologi sederhana seperti aplikasi keuangan untuk mempermudah pencatatan dan analisis keuangan. Terakhir, evaluasi keuangan secara berkala. Meninjau laporan keuangan setiap bulan membantu mengambil keputusan lebih tepat dan menjaga modal agar tidak terus tergerus. Dengan disiplin dan perencanaan yang matang, pelaku usaha mikro bisa menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan peluang pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
